Malam itu, saya serta Gilang lagi jalan- jalan di wilayah kota lama, hunting tempat nangkring terkini. Udah jam 11 malam, tetapi tidak tahu mengapa vibes jalanan sedang rame, sementara itu umumnya wilayah mari hening jika udah melalui jam 10.
“ Bro, lo mengerti tak, terdapat pasar yang hanya buka satu tahun sekali?” tutur Gilang seketika.
Saya ngangkat alis.“ Hah? Pasar apaan?”
Ia ngeluarin HP, nunjukin postingan random di internet.“ Namanya Pasar Malam Jackpot, hanya timbul masing- masing bertepatan pada 29 Februari.”
Saya ngakak.“ Ngaco, bro. Itu tahun kabisat, jadi hanya 4 tahun sekali, bukan satu tahun.”
Gilang nyengir,“ Iya sih, tetapi tuturnya jika lo nasib, lo dapat nemuin pasarnya di bertepatan pada apa aja.”
Saya sedang skeptis, tetapi tiba- tiba… di depan kita timbul jalur kecil yang tak sempat saya liat lebih dahulu.
Di akhir jalur itu terdapat gerbang berumur, dengan catatan‘ Pasar Malam Jackpot’.
Saya serta Gilang silih lihat.
“ Bro… kita masuk tak?”
Pasar yang Beda dari Biasanya
Sedemikian itu kita masuk, atmosfer langsung berganti.
Lampu- lampu gantung aneka warna mengedip, suara nada klasik kedengeran buram, serta di kanan- kiri jalur terdapat kios- kios kecil yang jual beberapa barang abnormal.
Tetapi yang buat saya kian bingung… seluruh penjualnya gunakan masker.
Terdapat yang jual permen bersinar- sinar seperti permata, terdapat yang jual jam tangan dengan jarum yang muter mundur, apalagi terdapat yang jual kaca yang dapat nunjukin bayang- bayang kita dengan mimik muka berlainan.
“ Bro, ini tempat apaan?” bisik Gilang.
Saya sedang ngeliat sekitar, sampe kesimpulannya mata saya jatuh ke satu toko di akhir jalur.
Di atas meja toko itu, terdapat suatu mesin slot gacor , dengan catatan di atasnya:
“ scatter hitamPragmatic– Taruhan Terakhir Malam Ini.”
Jackpot di Pasar Aneh
Saya serta Gilang langsung jalur ke toko itu.
Penjualnya, seseorang laki- laki berumur dengan jubah gelap serta masker kencana, ngeliatin kita dengan senyum kecil.
“ Aman tiba di game terakhir malam ini,” tuturnya ayal.“ Jika kamu berhasil, kamu dapat memohon satu permohonan.”
Gilang langsung gempar,“ Saya memohon selisih scatter hitamsaya unlimited dong jika gitu.”
Saya ketawa,“ Gas, saya spin dahulu.”
Saya masukin koin yang dikasih serupa sang ayah, trus memencet memacul SPIN.
Reel pertama… Scatter Gelap.
Reel kedua… Scatter Gelap.
Reel ketiga…
scatter hitamTimbul! MAX WIN!
Cocok mesin itu bersuara, semua pasar seketika menyudahi beranjak.
Nada yang sebelumnya mengalun seketika lenyap. Seluruh orang di pasar… menyudahi beranjak.
Sang ayah pedagang itu memandang saya dengan pandangan sungguh- sungguh.
“ Aman, kalian memperoleh jackpot. Saat ini, untuk permintaanmu.”
Harga dari Jackpot yang Tak Terduga
Saya diem sesaat. Jika saya dapat memohon apa aja, seharusnya saya langsung aja memohon jadi hartawan, kan?
Tetapi terdapat suatu yang buat saya ragu.
Saya ngeliat ke arah kios- kios di balik sang bapak… serta mata saya terkini nyadar suatu yang abnormal.
Di tiap kios… terdapat banyak benda yang sepatutnya tak terdapat di bumi ini.
Terdapat gundukan HP bentuk lama, terdapat dompet penuh duit dari tahun 1950- an, apalagi terdapat lemari cermin yang isinya kartu bukti diri banyak orang dari bermacam masa.
Saya nelen air liur.“ Bro… saya rasa banyak orang yang takluk di pasar ini tak dapat pergi lagi.”
Sang ayah ketawa kecil.“ Betul sekali.”
Gilang langsung belingsatan.“ BRO, KITA CABUT AJA!”
Tetapi saya udah terlanjur berhasil. Saya wajib untuk permohonan saya.
Saya raih nafas dalam, kemudian ngomong,“ Saya hanya ingin satu perihal: saya serta temen saya pergi dari mari dengan aman, serta kita tak akan dapat masuk lagi.”
Sang ayah diem sesaat, kemudian senyum kecil.“ Permohonan yang bijaksana.”
Serta dalam sekejap…
Kita udah balik ke jalanan kota lama yang hening.
Balik ke Bumi Nyata
Saya serta Gilang sedang ngos- ngosan, liat ke balik. Jalur kecil yang mulanya ada… udah lenyap.
Saya liat HP saya, scatter hitam Pragmatic sedang kebuka, tetapi anehnya… selisih saya kosong.
Gilang buka HP- nya pula.“ Bro, akun saya ke- reset.”
Saya ketawa kecil,“ Yaudah lah, yang berarti kita sedang hidup.”
Gilang ngelus dada,“ Saya duga kita akan jadi penunggu pasar itu selamanya.”
Saya lihat langit malam.“ Mungkin… jackpot terbanyak bukan pertanyaan uang, tetapi pertanyaan kita dapat pergi dari tempat itu.”
Malam itu, saya serta Gilang tak sempat bermain scatter hitamlagi.
Serta lebih berarti lagi… kita tak sempat coba nyari Pasar Malam Jackpot itu lagi.